Kamis, 22 Agustus 2019

Senja di ujung timur




Kala itu langit memang sedang bahagia
Tapi tidak dengan hati yang terpaut ribuan kilometer
Menghitung tahun menjadi hari secara matematis
Rasanya berat ketika kesah yang memuncak dipisahkan dengan kata “sebentar” atau hanya sekedar tulisan kata sabar
Atau hanya berbincang lewat udara dan teknologi tapi tertunda karena faktor lain
Perbedaan waktu memang sedikit lebih awal di bagian timur hingga kadang malamnya pun  terasa lebih cepat dari sini
Dan terbangun ketika pagi hanya tulisan “maaf... kelelahan luar biasa” dan selalu di balas dengan ekspresi tulisan menahan senyum lalu mengetik “iya tak apa” itupun terbacanya menjelang siang
Begitu hari dua hati ini
Ketika benar-benar kesempatan itu datang
Celoteh kerinduan yang dalam atau bahkan sekedar membahas yang tak penting
Rasanya seluruh kesah yang ingin ditumpahkan lupa diungkapkan
Yang ada hanya ingin membayangkan bagaimana hari pertemuan itu tiba
Banyak hal yang ingin dilakukan bersama walau hanya sekedar bercerita menatap mata

Senja di ujung timur
Tetaplah menjadi indah
Seindah dua hati yang menahan diri untuk menikmati senja bersama





#SahabatSelamanya
#ZA

Selasa, 20 Agustus 2019

Sinyal Perahu yang Karam

Malam ini, rasa malam yang berbeda                                          
Kosong tak ada yg terfikir                                             
Mencoba mengingat apa yang sudah kita lakukan tanpa sadar                        
Membersamai setiap tahunnya dan tak kunjung ku sadari                            
Bukan ingin makin tinggi dengan apa yang ku bagikan                              

Aku                                                          
hanya ingin agar aku sama denganmu, untuk hidup bersama menujuNya     
               
Kejadian itu sama seperti malam ini ..                              
hujan tiba-tiba dan kami tertahan                                      
Bercerita tentang satu sama lain tentang kehidupan berbeda                           
Teselip pertanyaan yg tanpa sadar                                      
Dan tak ku sadari                                                 
Ada percakapan yang tak ku tangkap dengan baik untuk sebuah sinyal                   

Kini ...                                                          
Sinyal itu pudar bahkan hilang..
aku hampir tak sadar hingga saat ini..
pada tahun-tahun sebelumnya selalu bersama
tapi tak pernah bercerita dan bertanya perasaan                   
Hanya gurauan rindu sahabat kecil yang lama tak jumpa.
membicarakan hal sederhana yang mungkin dianggapnya biasa                                                


Aku                                                          
Mungkin menyesal terlambat menyadari                              
Mungkin sinyal mu hilang ..
tapi harapku tidak                    
Jika semua hilang                                            
Maka aku hanya menjadikan semua sebagai persahabatan                                                                        
                                                                19.08.19   
#ZA                                                                    

Senin, 25 Februari 2019

-pelukan senja-

Kala itu seorang insan tengah memeluk lututnya dibawah atap alam
Dalam jingganya alam bergumam
Boleh kah aku bahagia ? boleh kah aku mencintai? Boleh kah aku bersamaMu ?
Insan itu hampir patah bahkan hancur
Apa yang diperjuangkannya terasa sia-sia
Bertahun bertahan agar bisa bersama
Namun  terpisah karena keadaan
Jaraknya dekat, namun tiap kali mengingat ada yang sesak di dada sampai tenggorokan
Tak mampu berbahasa, hanya mampu berurai tetesan
Dia insan
Punya hak sebagai insan
Harus mengalah karena keadaan
Dia insan yang selalu berdoa
Pertemukan dan persatukan kami
Agar semua rasa sakitnya hilang
Dia insan yang selalu memikirkan bagaimana caranya ia “kembali” tanpa ditangisi
Dia insan yang selalu berdoa untuk selalu bersama dikehidupan abadiNya

Dia insan
dia diriku,dirimu, dan kita

#ZA
25.02.2019



MenujuMu

Dalam perjalanan....
Di fajar dan senjanya
Di hujan dan panasnya
Dimanapun jalur perjalanannya
Seolah menggenggam lalu menguatkan,
Seolah merangkul lalu menghangatkan dan tak pernah membuat kecewa apapun keadaannya ..

Dia diriMu
Tempat hati ini 'pulang' dan bersandar
Meluapkan segala rasa
Guratan jingga indahnya menegaskan kepastian langkah menuju dan bersamaMu

Menjadi tempat terakhir perjalanan
Membawa apa yang sudah dipersiapkan . entah matang atau tidak, entah baik atau tidak

Perjalanan menujuMu lagi-lagi sebuah kepastian
Bagai perputaran jarum jam yang tak pernah mundur
Lalu jika sudah waktunya berhenti jarum jam itu
Apa yang sudah dipersiapkan untuk bertemuMu

-pesankematian-
#ZA


Sabtu, 01 September 2018

Aksara tak bertinta


Terik itu, tak sepatah kata pun terlontar dari bibir kami
Hampir mirip syair lagu memang
Tak ada kata perpisahan atau apapun
Yang ada hanya rasa saling percaya dan menguatkan diri dalam diam saat itu
Keyakinan kami hampir yakin
Tapi sesaat menghilang
Aku merasakan itu
Perbedaan kami
Bukan pada keyakinan memang yang mutlak harus terhenti
Karena ada murka Tuhan di dalamnya jika bertahan

Sejak tatap mata itu bertemu
Sejak kalimat pertama itu terucap
Menjadi aksara dalam goresan buku cerita hidup aku dan kamu
Kamu
Rasa dingin yang menghangatkan
Rasa cemas yang menenangkan
Rasa sedih yang membahagiakan
Dan rasa yg tak berasa menjadi asa
Namun,
Berulang kali aku mencari jawaban
Tapi tak satupun titik temunya
Berulang kali menulis berharap ada yang tersurat, namun tak juga
Ada patahan kata yang selalu terlontar, tapi rasanya juga tak sampaikan
Lalu kami mencoba lewat kalimat
Tapi berakhir pada perdebatan, yang menambah perbedaan
Aku  hampir lelah untuk menjadi kita
Aksara yang selalu aku tulis dengan tinta kasih itu berubah menjadi kering lalu habis
Lalu aku coba mengisi tinta itu lagi,
dalam titik jemu itu kami berdoa
yaALLAH
apapun yang terbaik untuk kita mohon tunjukan
berulang kali ditunjukkan petunjuk .. tapi lagi-lagi
perbedaan kita
benar-benar harus berakhir
Aksara cerita kita
mungkin sampai disini
ketika abu-abu itu sekuat dengan usaha dijadikan putih dan hingga seharusnya berwana
perlahan aku ganti menjadi hitam...
dan aku biarkan mengering
hingga pada akhirnya......
kita menjadi bagian aksara yang tak bertinta
#ZA
#260818
#22.10

Minggu, 02 Oktober 2016

assalamualaikum hello ~~~

lama tak lakukan aktivitas ini, bukan karena tak rindu.. tp terkadang kelelahan yang luar biasa kerap datang pada aktivitas utama ku

belum lama tepat 23 tahun usiaku
usia yg terbilang tua menurutku. namun bagi sebagian orang terbilang belia
doa nya sedikit berbeda
diiringi doa-doa biasa ada satu doa, semoga kamu berjodoh dengannya
rasanya begitu pahit

dia
yaALLAH
ku perkenalkan dia
bukan yg terdahulu selalu ku tulis dalam tulisan ini
dia yang baru
berawal dari satu profesi
bertukar cerita dari yang sederhana hingga sampai yang serius

aku
tersadar bahwa ada orang baru dalam hidup
hatiku mungkin sampai sekarang berkeras untuk masih mengganggap teman
tapi makin kesini sosoknya menjelma menjadi orang yg ku butuhkan
ku butuhkan dalam hidup, menjadi ayah,kakak,sahabat,dan pendamping hidupku
sosok yg sangat bertolak belakang dengan semua sifat ku,dengan semua ilmu yang ku punya
dan semua keegoisan ku
tapi masih merendahkan hatinya

masih dengan setengah harapanku
yaALLAH
jika tidak kau izinkan dia denganku
ku mohon berikan aku yang seperti dia
dengan kerendahan hatinya
dengan semua ilmunya dan besarnya hatinya

aku membutuhkan sosok dia

untuk dia yang berbeda
dengan cara yang sama
untuk rindu yang sama
dan doa yang selalu sama

berikan aku kekuatan untuk ikhlas dengan siapapun nantinya
di tahun hijriyah yang baru semoga ALLAH SWT memantapkan hatiku dan aku-pun bisa memperbaiki diriku


aamiin yarobbalalamin

Selasa, 07 Juni 2016

ramadhanku

Namun tak kau lihat, terkadang malaikat tak bersayap tak cemerlang tak rupawan ~~


Allahu robbi
Ahlan wa sahlan ya ramadhan
Terimakasih masih dipertemukan dengan bulan muliaMu tanpa kurang sedikitpun
Dengan keadaan yg membaik

Allahku
Terimakasih atas tahun yg luar biasa ini

Allahku
Diramadhan tahun ini
Aku berharap yaAllah
Izinkan aku memperbaiki semua amalan ku utk menujuMu

Allahku
Izinkan orangtua menjadi penghuni surgaMu tanpa hisab

Allahu
Maafkan diri yg amat lemah
Jika harus dengan cara yg sakit ini untuk menujuMu ,izinkan aku memberikan seluruhnya utk orang yg ku cintai

Allahku
Masih ku titipkan rinduku utk dia sang pendamping di lahul mahfudz ku
Izinkan aku memperbaiki diriku

YaAllah doa ramadhan ku
Semoga apa yg ku langitkan dalam doaku semua menjadi pelebur dosa mereka dan dosaku

Aamiin~~